Wednesday, December 5, 2007
Padan muka indon...
http://www.gatra.com/artikel.php?id=109978
WNI Dipukuli Polisi Malaysia dan Dirampas Uangnya
Kuala Lumpur, 2 Desember 2007 15:04
Midianto Butar-Butar, 32 tahun, WNI dari Sumut, dipukuli tiga polisi Malaysia di kantor polisi Shah Alam, Selangor, bahkan uang 830 ringgit (sekitar Rp2,2 juta) di dompetnya dirampas mereka.
"Ketika sedang berjalan di Sungai Rasa Shah Alam, Senin malam (26/11) sekitar jam 12, tiba-tiba ada empat polisi berpakaian sipil turun dan bertanya, mana paspor. Saya jawab, paspor sedang diproses Imigrasi Putrajaya, yang ada hanya fotocopy. Saya langsung dibawa ke kantor polisi Shah Alam," kata Midianto kepada Antara dan Metro TV di Shah Alam, Minggu.
Menurut dia, ada empat polisi berpakaian sipil turun dari mobil proton langsung menanyakan paspor.
"Dua polisi Melayu dan dua lagi India. Tapi dua polisi India ternyata turun karena rumahnya di sekitar situ. Saya dibawa dua polisi Melayu ke kantor polisi Shah Alam," tutur dia.
Di kantor polisi, ia mengaku disuruh membuka baju dan celana, termasuk mengeluarkan seluruh isi kantongnya.
"Uang saya 830 ringgit kemudian diambil mereka. Dua polisi Melayu ditambah satu polisi India kemudian memukul saya dengan bambu. Sambil terus berkata, kamu pendatang haram. Pemukulan berlangsung hingga Selasa, jam 2.30 pagi," kata Midianto, sambil menunjukan kedua bahu yang masih memar hitam, memar hitam tedapat juga di atas kedua mata kakinya, memar di dahi, dan memar di pergelangan tangan akibat diborgol.
"Saya dipukuli oleh tiga polisi dan bila ada polisi yang masuk ke ruangan, mereka langsung berhenti memukul," katanya.
Paginya, oleh polisi yang lain dibawa ke penjara Semenyih, Kajang. Di penjara Kajang, Selangor, Midianto diminta cap jempolnya tapi ditolak karena merasa bukan pendatang ilegal.
Ia bercerita kepada para sipir penjara Semenyih bahwa paspornya ada di Imigrasi Putrajaya sedang diproses perpanjangan izin tinggal atau special pass dan hanya memegang fotocopynya saja.
Oleh para sipir, ia diizinkan komunikasi dengan teman-temannya. Temannya kemudian datang ke penjara Semenyih sambil membawa paspornya yang sudah mendapatkan izin tinggal hingga 27 Desember 2007.
"Kamis sore (29/11) saya keluar dari penjara dan teman saya memberikan uang jaminan 2500 ringgit (sekitar Rp6,2 juta)," ungkap dia.
Midianto kemudian melaporkan penyiksaannya oleh oknum polisi Malaysia ke KBRI Kuala Lumpur. Di kedutaan, ia bertemu dengan Setyo Wasisto, Kepala Polisi KBRI Kuala Lumpur. Setelah diambil foto-foto memar di baku, kaki, pergelangan tangan dan dahi, ia diantar oleh staf polisi KBRI ke kantor polisi Dang Wangi, Kuala Lumpur untuk membuat laporan polisi.
Setelah membuat laporan polisi, ia pergi ke rumah sakit untuk minta keterangan medis atas luka-lukanya. Ia dan staf KBRI, Senin besok akan menghadap lagi ke kantor polisi Dang Wangi Kuala Lumpur. [TMA, Ant]
Respon aku adalah : PADAN MUKA INDON, SIAPA SURUH JADI INDON.
Awas indon imigrasi Malaysia nambah personil
BERITA HARIAN (6/12/07)
http://www.bharian.com.my/Current_News/BH/Thursday/Nasional/20071206002715/Article/index_html
Imigresen tambah 5,000 anggota
KUALA LUMPUR: Jawatankuasa Kabinet Mengenai Pekerja Asing yang dipengerusikan Timbalan Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Razak sudah meluluskan penambahan 5,000 pegawai penguat kuasa di Jabatan Imigresen bagi memperkuatkan gerakan penguatkuasaan dan operasi jabatan itu.
Setiausaha Parlimen Kementerian Hal Ehwal Dalam Negeri, Datuk Paduka Abdul Rahman Ibrahim, berkata penambahan itu mampu meningkatkan lagi keberkesanan Jabatan Imigresen berikutan 2,000 pegawai sedia ada sekarang tidak mencukupi.
Beliau mengakui pelbagai masalah yang dihadapi Jabatan Imigresen dalam menangani masalah pendatang asing sebelum ini berikutan kekurangan penguat kuasa.
“Kami menyedari mungkin ada pegawai imigresen yang bersubahat sehingga maklumat bocor, tapi tindakan keras akan diambil terhadap mereka yang terbabit," katanya.
Abdul Rahman berkata demikian menjawab soalan Datuk Seri Tiong King Sing (BN-Bintulu) berhubung dakwaan pelajar asing menyalahgunakan pas pelajar di negara ini.
"Sehingga 31 Oktober lalu, rekod Jabatan Imigresen menunjukkan 43,127 Pas Pelajar sudah dikeluarkan kepada warga asing untuk melanjutkan pelajaran di negara ini," katanya.
Beliau berkata, pemegang Pas Pelajar dilarang bekerja dan dengan itu tidak timbul isu pelajar asing digunakan sebagai buruh.
Bagaimanapun, katanya, mereka dibenarkan bekerja pada cuti semester selama 20 jam di lokasi tertentu seperti hotel, stesen minyak, pasar mini dan restoran.
"Mereka perlu membuat permohonan daripada Jabatan Imigresen dan diperakukan oleh institusi pengajian mereka sebelum kelulusan diberi," katanya.
Abdul Rahman berkata, sehingga kini, 3,483 warga asing yang menyalahgunakan pas masuk, termasuk Pas Pelajar yang dikenakan hukuman mengikut Peraturan Imigresen 1963.
"Bagi pelajar asing yang didapati menyalahi Pas Pelajar, kami akan menangkap dan menghantar mereka pulang ke negara asal dan dilarang masuk semula ke negara ini," katanya.
Bagus... biar ramai indon ketangkap dan dijebloskan ke kem tahanan imigrasi. Bravo Malaysia
Tuesday, December 4, 2007
Spam (Nuke Mail) dari indon...

Ada indon yang spam / nuke mail e-mail aku... pasti indon ni ingat perbuatan mereka ni hebat. Tapi lucunya cuman perlu 2 klik untuk hilang semua spam tersebut iaitu check di kotak sender dan klik spam seperti ilustrasi di atas (cuman 30 detik). By the way setting e-mail aku adalah view all.
Oleh itu respon aku adalah : BODOH PUNYA INDON
indon sakit hati...

AYOOO, BIKIN WEBSITE ' IHATE.MALINGSIA.COM ' sbg TANDINGAN.Jerit mat indon di forum kaskus...
http://kaskus.us/showthread.php?t=691182
mat indon sakit hati dan akhirnya coba ikut-ikutan...
By the way, kalau anda google search image keyword sukarno, pasti akan bertemu dengan foto bogel isteri-isteri sukarno... such as Ratna Sari Dewi Sukarno.
So much for father of indon nation...
http://illustratedpig.blogspot.com/2007/01/they-are-not-burning-bunniespt3.html
Monday, December 3, 2007
indon cuba guna phishing...
Cobaan indon untuk guna phishing sangat pathetic sebab norak buaaanget indonnya. Tak masuk akal google atau blogger team ber-communicate dengan aku dalam bahasa indon.
Di bawah ini contohnya:
Phishing pertama
Subject line : Bantuan Sandi Google
Untuk memulai proses peresetan sandi untuk Account Google
malaysiamaju_indonmundur@yahoo.com, kunjungi link di bawah ini
http://www.google.com/accounts/RP?c=CPy25porKz1M_7ksCnq9Gv1dLJp24&hl=in
Jika mengklik link di atas tidak berhasil, salin dan paste URL dalam
jendela browser baru sebagai gantinya.Terima kasih telah mengunjungi Google.
Untuk pertanyaan mengenai account Anda silakan kunjungi FAQ Account
Google pada http://www.google.com/support/accounts/. Email ini hanya
pengumuman. Balasan terhadap email ini tidak akan dimonitor atau dijawab.
Phishing kedua
Subject line : Informasi Blogger Account
Halo,
Blog Anda, http://ihateindon.blogspot.com/ , terkait dengan nama pengguna Google Account malaysiamaju_indonmundur@yahoo.com . Silakan gunakan nama pengguna Google Account ini untuk login ke Blogger dan mengakses blog Anda.
Apabila lupa sandi Anda, Anda dapat me-reset dengan meng-klik link ini:
http://www.blogger.com/forgot.lXyt=maldysiammaju_indonmmundur@490yahoo.com
Account ini merupakan anggota dari blog berikut ini:
http://ihateindon.blogspot.com/ Apabila Anda mengalami masalah atau ada pertanyaan yang ingin diajukan, silakan kunjungi situs bantuan kami di http://help.blogger.com/
Salam,
Tim Blogger
Oleh itu respon aku adalah : BODOH PUNYA INDON
P/s Posting pancagila sudah ada foto sukarnot sila scroll ke bawah.
Sunday, December 2, 2007
indon cuba tutup blog tapi gagal....
“Hi there,
Thank you for your message. Please note that Blogger is a provider of content creation tools, not a mediator of that content. We allow our users to create blogs, but we don’t make any claims about the content of these pages. We strongly believe in freedom of expression, even if a blog contains unappealing or distasteful content or presents unpopular viewpoints. We realize this may be frustrating and we regret any inconvenience this may cause you. Given these facts, and pursuant with section 230(c) of the Communications Decency Act, Blogger does not remove allegedly defamatory, libelous, or slanderous material from Blogger.com or BlogSpot.com. In cases where contact information for the author is listed on the page, we recommend you working directly with this person to have the content in question removed or changed.
In cases where the author is anonymous, please note that in accordance with US state and federal law, it is Blogger’s policy to only provide a user’s contact information pursuant to a valid third party subpoena or other appropriate legal process.
Sincerely,
The Blogger Team”
Breaking news: indon pembawa penyakit dan indon kena tembak
BERITA HARIAN (3/12/07)
http://www.bharian.com.my/Current_News/BH/Monday/Nasional/20071203005422/Article/index_html
Tiga peratus warga INDON bawa penyakit
JOHOR BAHRU: Antara dua hingga tiga peratus daripada lebih sejuta pekerja INDON di Malaysia dikesan sebagai. pembawa pelbagai penyakit berjangkit termasuk Aids, batuk kering, sifilis dan Hepatitis B serta C, setiap tahun.
Menteri Kesihatan, Datuk Seri Dr Chua Soi Lek, berkata keadaan itu amat membimbangkan sehingga kerajaan mengenakan tindakan ketat dengan mewajibkan setiap pekerja asing yang masuk ke negara menjalani pemeriksaan kesihatan.
Sehubungan itu, katanya, kementerian tidak bersetuju dengan cadangan sebuah pertubuhan bukan kerajaan (NGO) supaya pekerja asing dikecualikan daripada menjalani pemeriksaan kesihatan untuk bekerja di Malaysia.
"Jika penyakit itu menular di negara ini, ia akan menjatuhkan imej Malaysia di mata dunia," katanya pada sidang akhbar selepas merasmikan Pameran Buku Terbesar Gedung Buku Popular, di sini, semalam.
Dr Chua berkata, cadangan untuk tidak mewajibkan pemeriksaan kesihatan terhadap pekerja warga INDON hanya memburukkan lagi tahap kesihatan rakyat Malaysia.
"Kita tidak mahu pekerja INDON menjadi sumber kepada penularan penyakit berjangkit di Malaysia," katanya
BERITA HARIAN (3/12/07)
http://www.bharian.com.my/Current_News/BH/Monday/Nasional/20071203004314/Article/index_html
Polis tembak mati perompak warga INDON
Oleh Asrol Awang
KUANTAN: Seorang lelaki warga Indonesia berumur 29 tahun ditembak mati di kawasan ladang sawit Felda Chini 3, Pekan, dekat sini, semalam selepas melakukan rompakan di Kampung Pahang Soi, di sini.
Penjenayah terbabit, M Shukri yang berasal dari Lombok, Indonesia mati akibat luka parah selepas cuba menyerang seorang anggota polis dengan sebilah parang.
Ketua Jabatan Siasatan Jenayah negeri, Asisten Komisioner T Narenasagaran, berkata penjenayah itu dikatakan bersama tiga lagi rakannya melakukan rompakan di sebuah rumah seorang peniaga sayur di Kampung Pahang Soi pada jam 4.30 pagi.
Katanya, tiga daripadanya yang juga dipercayai warga Indonesia, memasuki rumah mangsa berumur 47 tahun itu menerusi pintu dapur diumpil.
"Tiga penjenayah terbabit kemudian mengikat mangsa, isteri dan tiga anak mangsa menggunakan wayar pengecas bateri telefon bimbit sebelum menggeledah rumah mangsa.
"Selepas merampas wang tunai, telefon bimbit dan barang kemas bernilai RM19,000, penjenayah terbabit melarikan diri dengan dua kereta, termasuk sebuah kereta milik mangsa," katanya di pejabatnya, di sini, semalam.
Narenasagaran berkata, beberapa minit kemudian, mangsa yang berjaya melepaskan diri, melaporkan kejadian itu kepada polis.
"Polis membuat sekatan di laluan keluar bandar ini sebelum terserempak dengan dua kereta terbabit di Felda Chini 3, Pekan.
"Hanya sebuah kereta yang dinaiki dua penjenayah berjaya ditahan, manakala sebuah lagi melepaskan diri.
"Kita berjaya menembak mati seorang penjenayah, manakala seorang lagi sedang diburu selepas melarikan diri di kawasan perumahan di Felda terbabit," katanya.
Berikutan penemuan kereta mangsa, Narenasagaran berkata, pihaknya menemui dua pisau, sebilah parang, topi, kain pelekat yang digunakan ketika melakukan rompakan.